Manfaat Bermain Kora Inggris bagi Kesehatan dan Kesejahteraan
Siapa yang tidak suka bermain kora? Permainan ini memang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Namun, tahukah kamu bahwa bermain kora Inggris tidak hanya memberikan kesenangan semata, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan dan kesejahteraan kita?
Menurut dr. Ida Ayu Made Putri, seorang ahli kesehatan dari Universitas Indonesia, bermain kora Inggris dapat meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru. “Bermain kora secara teratur dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh dan melatih daya tahan tubuh, sehingga dapat mencegah penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jantung dan paru-paru,” ujarnya.
Selain itu, bermain kora juga dapat menjadi sarana untuk menghilangkan stres dan meningkatkan kesejahteraan mental. Menurut psikolog terkenal, Prof. Dr. Andi Sadono, bermain kora dapat meningkatkan produksi hormon endorfin yang bertanggung jawab atas perasaan bahagia dan rileks. “Dengan bermain kora, kita dapat melepaskan tekanan dan stres yang kita alami sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mental kita,” jelasnya.
Tak hanya itu, bermain kora juga dapat meningkatkan keterampilan sosial dan kebersamaan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Gajah Mada, bermain kora secara bersama-sama dapat memperkuat hubungan antar individu dan mempererat ikatan sosial. “Bermain kora dalam tim dapat mengajarkan kita tentang kerjasama, komunikasi, dan kepercayaan, yang merupakan keterampilan penting dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Prof. Dr. Budi Santoso, seorang ahli sosiologi.
Dengan begitu banyak manfaat yang bisa didapat dari bermain kora Inggris, sudah seharusnya kita memanfaatkannya sebaik mungkin. Jangan hanya melihatnya sebagai permainan biasa, tetapi lihatlah sebagai investasi untuk kesehatan dan kesejahteraan kita. Jadi, jangan ragu untuk mengajak teman-temanmu bermain kora dan rasakan sendiri manfaatnya!
Referensi:
– dr. Ida Ayu Made Putri, Universitas Indonesia
– Prof. Dr. Andi Sadono, Psikolog
– Prof. Dr. Budi Santoso, Universitas Gajah Mada